Media gambar untuk membantu guru dan siswa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, tidak terkecuali untuk anak-anak Sekolah Dasar. Secara umum fungsi media gambar menurut Basuki dan Farida (2001: 42) yaitu:

1)      Mengembangkan kemampuan visual

2)      Mengembangkan imanijasi anak

3)      Membantu meningkatkan kemampuan anak terhadap hal-hal yang abstrak atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan di dalam kelas

4)      Mengeningkan kreativitas siswa

“Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik, dan jelas”. (Azhar Arsyad,2002: 23). Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa jika penggunaan media gambar tersebut sesuai dengan materi yang disampaikan dan disertai dengan penjalasan – penjelasan yang sesuai dan tepat yang dapat menunjukkan keadaan yang digambarkan serta gambar dan penjelasan – penjelasan tersebut dapat disajikan secara terorganisir, jelas dan spesifik, sehingga dapat  digunakan sebagai alat komunikasi dalam elemen – elemen pengetahuan dalam sebuah pembelajaran, maka kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan.

Seperti yang di kemukakan oleh Judy Lever-Duffy, Jean B. Mc Donald and Al P. Mizell (2003: 286) yang menyatakan bahwa :

Every visual consists of number of elements presented in adeliberate arrangement. There are three primery categories of design elements: visual, text, and affective elements. Visual elements may include graphics, symbol, real object, or organizational visuals. Text elements include all aspects of textual presentation, ranging from the word choosen to the font style, colors, and size used. Affective elements are those components of visual that can elicit a response from the viewer, such as pleasure, surprise, or humor. Selecting and arranging these elements appropriately result in effective display. Folling the guidelines discussed here will assist you in creating clear and effective visual.

 

Secara khusus gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin cepat akan dilupakan atau diabaikan jika tidak digambarkan. Maksud dari uraian diatas adalah bahwa dengan penggunaan media gambar, dapat menarik perhatian, jika perhatian siswa sudah tertarik, maka siswa semangat untuk belajar serta membantu memantapkan pengetahuan pada benak para siswa dan dapat menghidupkan pelajaran, sehingga dengan semangat belajar yang meningkat dan disertai penggunaan media gambar yang tepat dan sesuai dengan materi dapat dijadikan sebagai alat pengingat, maka hasil belajar siswa akan meningkat.

Menurut Levie dan Lenz dalam bukunya Azhar Arsyad ( 2002: 16) menyatakan bahwa “Media pembelajaran, khususnya media visual (gambar) mempunyai 4 fungsi  yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungsi kognitif, (c) afektif serta (d) fungsi  kompentsatoris”.

“Media visual (gambar) dalam proses belajar mengajar dapat mengembangkan kemampuan visual, mengembangkan imajinasi anak, membantu meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan dikelas”. (Angkowo dan A Kosasih, 2007: 28). Secara singkat dapat dikatakan bahwa media gambar dapat  meningkatkan hasil belajar siswa.

Seperti yang di kemukakan oleh Parker dalam bukunya  Judy Lever-Duffy, Jean B. Mc Donald and Al P. Mizell (2003: 288) menyatakan bahwa:

All of the individual pieces must be correctly fitted together to create the visual picture. This big picture is massage to communicated, and each piece representations a design element. When creating visual display for the learning environment, you need to first envision the picture or massage you wish to communicate and then, elemnent by element, build the massage to communicate your vision to your learners. Because visual learning is nessesery for many learner, being skillful in creating and using effective visuals is a critical skill for educators.

Dengan pengembangan kemampuan visual, imajinasi serta penguasaan terhadap hal yang abstrak, maka siswa secara tidak langsung dapat memperoleh pembelajaran yang lebih bermakna karena siswa memperoleh pengetahuan yang telah disampaikan oleh guru.

About these ads