Pesona Bromo ( Pesona Matahari Terbit )


puncak bromo 1Menikmati Keindahan Matahari Terbit

Kebanyakan wisatawan yang naik ke puncak Gunung Bromo, alasannya selalu sama. Yaitu ingin melihat proses terbitnya matahari pagi dari ufuk Timur. Biasanya mereka melakukan pendakian mulai tengah malam dan sampai di puncak sekitar jam lima pagi. Bila di langit tidak ada mendung atau kabut yang menghalangi, maka pengunjung bisa melihat keeksotisan dari munculnya matahari ini.

Pertama kali yang terlihat adalah sebuah bulatan yang ukurannya sangat kecil, sebesar telur binatang cicak saja. Namun tak lama kemudian bulatan matahari tersebut kian membesar dan terbentuklah sebuah bulatan yang utuh serta mengeluarkan sinar yang membuat para pendaki bisa menikmati gunung-gunung lain di sekitar wilayah itu

Bahkan Gunung Semeru yang merupakan gunung paling tinggi di Pulau Jawa bisa di lihat dengan jelas. Maka tidak mengherankan bila moment terbitnya matahari pagi ini menjadi maskot utama dari pesona wisata Gunung Bromo.

Menikmati Tradisi Budaya

pasir brisik bromoSelain keindahan alam di pagi hari, obyek wisata Gunung Bromo juga punya daya tarik yang lain. Yaitu sebuah atraksi budaya atau tradisi yang dilakukan oleh Suku Tengger, yang merupakan penduduk asli kawasan Gunung Bromo ini.

Setiap di waktu bulan purnama, orang Suku Tengger memohon kepada Tuhan agar hasil panen pertanian mereka akan melimpah dan bisa memberi berkah serta kesejahteraan bagi mereka.

Bentuk upacara tradisi ini adalah dengan membuat berbagai macam sesaji kemudian dibawa ke puncak Gunung Bromo. Sambil berjalan membawa sesaji, mereka melantunkan doa. Sampai di bibir kawah dan ketika doa telah selesai dibacakan, maka sesaji tersebut dilempar ke dalam kawah.

Sementara itu masyarakat suku Bromo yang lain akan berhamburan untuk merebut sesaji yang dilempar tadi. Dan perebutan sesaji ini menjadi suatu atraksi yang menarik, selain iringan pembawa sesaji sebelumnya.

Tips Wisata ke Gunung Bromo

Sebelum melakukan kunjungan wisata ke Gunung Bromo, sebaiknya Anda mempersiapkan diri agar nantinya bisa mendapatkan kenyaman. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan :

Bila ingin menikmati pemandangan matahari terbit, datanglah ke Gunung Bromo pada bulan Juni sampai Oktober. Karena pada saat itu cuaca di puncak sangat bagus dan cerah, sehingga proses matahari terbit juga akan terlihat dengan jelas.

Bila ingin melihat atraksi budaya Suku Tengger, datanglah pada bulan Desember atau Januari. Karena pada bulan itulah upacara tradisional diselenggarakan.

Persiapkan baju tebal atau jaket, celana yang juga tebal, sepatu dan kaos kaki, kaos untuk tangan dan penutup kepala yang hangat dan tebal. Karena cuaca di sana sangat dingin.

Pada waktu malam hari, di daerah Gunung Bromo tidak ada toko atau warung yang menyediakan makanan untuk pengunjung. Maka siapkan semua kebutuhan makan sebelumnya di siang hari.

Menikmati Keindahan Wisata Gunung Bromo

Siapa yang tidak mengenal objek wisata Gunung Bromo? Tempat wisata yang satu ini merupakan salah satu wisata pegunungan yang cukup terkenal, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Buktinya, objek wisata ini hampir tidak pernah sepi pengunjung. Setiap tahun para wisatawan berdatangan untuk menikmati keindahan Gunung Bromo.

Gunung Bromo adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Tempat wisata Gunung Bromo ini berada di Jawa Timur, tepatnya terletak di antara 4 kabupaten sekaligus seperti Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

Lautan Pasir

Hal yang paling menarik untuk dinikmati adalah kawah Gunung Bromo. Sebelum mencapai Gunung Bromo, Anda harus melewati lautan pasir yang sangat luas. Lautan pasir yang luasnya diperkirakan mencapai 10 km2 ini tampak gersang dan hanya terlihat beberapa rumput kering.

Anda disarankan memakai mobil sejenis jeep hardtop yang banyak disewakan bagi wisatawan. Alternatif lainnya adalah menyewa kuda dengan harga yang agak mahal. Bila Anda ingin berjalan kaki, disarankan agar Anda melintasi lautan pasir saat pagi hari. Karena saat siang, panas terik matahari cukup menyengat kulit walau udara di sekitar Anda terasa dingin.

Kawah Gunung Bromo

Setelah melewati lautan pasir yang sangat luas, Anda bisa mulai menikmati kawah Gunung Bromo. Sebelum mencapai bibir kawah, Anda harus melewati sekitar 250 anak tangga yang sudah dibangun di sisi gunung. Begitu sampai di bibir kawah, Anda bisa melihat bagian tengah Gunung Bromo yang selalu berasap.

Keindahan Matahari Terbit

Salah satu hal yang paling diminati di wisata Gunung Bromo adalah keindahan matahari terbitnya. Karena itu Anda jangan heran ketika berlibur ke objek wisata ini, keramaian sudah tampak sekitar pukul 3 pagi. Para wisatawan itu sedang berlomba-lomba mencari tempat strategis untuk menikmati matahari terbit di pegunungan Bromo.

Bagi Anda yang juga tidak ingin ketinggalan momen matahari terbit ini, disarankan untuk menyewa jeep hardtop yang akan mengantarkan Anda ke puncak Penanjakan. Di puncak Penanjakan ini, telah disediakan tempat khusus bagi para pengunjung untuk melihat matahari terbit.

Tak hanya keindahan matahari terbit yang akan Anda dapat, Anda bisa menikmati kumpulan beberapa gunung, seperti Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, Gunung Widodaren, Gunung Kursi, dan Gunung Watangan. Suasana dingin dan berkabut juga menjadi keunikan tersendiri ketika sampai di puncak Penanjakan.

Tips Berlibur ke Wisata Gunung Bromo

• Pastikan tubuh Anda selalu dalam kondisi yang prima. Perjalanan ke Gunung Bromo cukup melelahkan, apalagi bila Anda berniat melintasi lautan pasir dengan berjalan kaki dan menaiki kawah Gunung Bromo.

• Menurut pengalaman beberapa orang, sebaiknya Anda memakai jaket rangkap bila ingin pergi menikmati matahari terbit di kawah Gunung Bromo atau di Puncak Penanjakan. Suhu udara di lokasi ini saat jam 3 pagi benar-benar terasa dingin dan menusuk tulang.

• Sediakan masker saat Anda ingin naik ke kawah Gunung Bromo. Bau belerang sangat menyengat di tempat ini. Anda bahkan bisa sesak nafas bila tidak kuat menahan abu belerang yang sangat pekat.

Semoga info ini bermanfaat bagi para wisatawan terutama yang menyukai obyek pemandangan alam, petualangan dan ataksi budaya.

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: