Tehnik Fotografi


1. Travel light
Kita harus ngelihat dulu mau ke mana dan ngapain. Kalo emang sekiranya gak perlu bawa flash seterang senter satpam yang suka jaga malam, lensa segede dosa, dll, mending gak usah bawa. Malah yang harus dibawa adalah barang-barang krusial seperti jas hujan, air minum, ataupun topi.

2. Pakailah outfit dan sepatu yang nyaman
Jins ketat, sama boots tinggi emang kece berat. Iya, kalo situ mau manggung di kawinan anaknya Haji Ramli di kampung belakang. Tapi bakal nyusahin kalo medannya ribet, gak ada porter. Lagipula kita kan bukan mau moto diri sendiri. Jangan terlalu overdress dan parno.

3. Traveling bukan hanya moto alam
Yak, betul sekali. Semua komponen bisa jadi unsur penting bercerita. Seperti kuliner, kegiatan daerah, permainan anak-anak daerah tersebut, dan sebagainya.

4. Pelajari budaya setempat
Selalu sopan karena kita seperti “masuk ke rumah orang”. Misalnya saja kalo mau masuk keraton, pura, atau tempat-tempat yang dianggap suci harus tanya-tanya apa yang boleh dan nggak boleh. Kalo nggak boleh moto, jangan maksa. Percaya gak percaya, kakak dari ayofoto pernah cerita kalo filmnya dia kebakar semua ketika ngotot daerah yang gak boleh difoto. Jreng! Jreng! *zoom in* *zoom out*

5. Catet apa yang kita foto
Kalo foto udah banyak, kita kadang jadi bingung apa cerita di balik foto itu. Makanya tiap motret, catet dikit sejarah objek foto tersebut. Bisa dengan nanya-nanya penduduk, ataupun cari referensi di internet. Jangan lupa bawa notes kecil.

6. Pelajari kamera
Kata siapa buat dapet foto keren harus kamera DSLR yang rumit kayak soal TTS seribuan yang dijual di kereta? Kamera poket juga bisa dahsyat kalo dioptimalkan. Jangan males baca, karena SEMUANYA ADA DI MANUAL.

7. “Jika hasil foto kurang bagus, berarti kita kurang dekat”
Ya, ada pepatah yang bilang begitu. Menurut saya, hal ini tersurat sekaligus tersirat. Apa maksud tersurat? Tentunya ya berani deketin objek foto, mainkan fitur zoom. Maksud dari yang tersirat, mungkin kita harus tahu apa cerita di balik objek foto itu sehingga kita bisa lebih motret pake hati.ūüôā

8. Tripod. Wajib/tidak?
Tripod memang ideal untuk memotret tempat yang memiliki cahaya kurang. Namun jika tidak memungkinkan (tanah yang tidak rata, bawaan yang sudah over weight), maka kita harus kreatif. Pakai timer, tembok, ataupun pundak temen.

9. Persiapkan semua alat sebelum tidur
Mau jadi fotografer harus disiplin. Kadang-kadang sangking capeknya, kita main geletakin alat-alat motret begitu aja. Duh duh duh.. Charge semua alat meskipun belum kosong, pindahin semua memory card ke storage yang ada, dan bersihkan semua alat dari debu. Kamera underwater jangan lupa dibersihin pake air tawar. Siapa tahu besok gak nemu listrik dan air tawar, ya kan? Nah, kalo semuanya dirapihkan sebelum tidur kan lebih enak, sehingga besok pas bangun pagi lebih santai dan gak grabak grubuk.

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: