Pembangunan Tol Solo- Semarang Tak Jelas


Proyek konstruksi tol Semarang-Solo dari arah Solo hingga kini belum ada kejelasan. Padahal sebelumnya, Gubernur Jateng Bibit Waluyo sudah menargetkan agar kontruksi dikerjakan juga lewat Solo.

SEMARANG – Harapannya, tol sepanjang 75,6 kilometer (km) ini bisa segera dioperasikan. Target gubernur, megaproyek ini bisa berfungsi tahun depan. Sementara saat ini pengerjaan yang sudah tuntas baru sepanjang 14,1 (km) yakni seksi Semarang- Ungaran.

Komisaris PT Trans Marga Jateng (TMJ) Danang Atmodjo mengakui belum bisa memastikan kapan proyek konstruksi dari arah Solo itu dilakukan.“ Yang jelas sudah terus dibahas. Namun pastinya kapan kita belum tahu pasti,” ungkapnya kemarin. Pekerjaan konstruksi yang secepatnya dikerjakan adalah ruas tol Ungaran-Bawen, setelah sebelumnya konstruksi di jalur Semarang-Ungaran selesai. “Untuk yang ruas tol Ungaran-Bawen saat ini sudah memasuki tahap prakualifikasi lelang,”terangnya. Saat ini, jelas Danang, rencana konstruksi pembangunan tol tersebut terus dimatangkan. Hal ini untuk meminimalisasi adanya kesalahan teknis di lapangan. “Pengalaman pekerjaan tol Semarang-Ungaran juga akan dijadikan salah satu bahan evaluasi,sehingga pekerjaan di ruas berikutnya bisa semakin maksimal,” tegasnya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa pembangunan fisik maupun pembebasan lahan untuk ruas jalan tol Semarang-Solo seksi Bawen-Solo nantinya akan dilakukan dari dua titik yang berbeda.Ini sebagai langkah untuk mempercepat penyelesaian pembangunan tol. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan, soal anggaran pembangunan fisik, menurut dia, tidak ada perubahan yang terlalu signifikan. “Meskipun nantinya dikerjakan oleh dua kontraktor yang berbeda, tapi tidak akan ada perbedaan. Diharapkan bisa selesai di satu titik dan dapat mempercepat,”akunya. Pada seksi Bawen-Solo sepanjang 32 km, lanjut Djoko, kementeriannya menjanjikan akan memberikan dukungan pendanaan ekstra bagi pembangunan ruas tol tersebut.

Hal ini untuk meningkatkan kelayakan jalan tol secara finansial. Dia mengakui saat ini pembebasan lahan belum mulai dilakukan. Namun dia memastikan pembebasan dilakukan dari dua titik berbeda, yakni Bawen-Solo maupun Solo-Bawen.“ Mengenai masalah dananya tidak ada perubahan, masalah pembebasan lahan sendiri adalah tanggung jawab pemda (pemerintah daerah),” ungkapnya. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Ahmad Ghani Gazali menambahkan, melalui pembebasan lahan di dua titik ini,kementeriannya mengharapkan dapat mempercepat masalah pembebasan lahan tersebut.

Wacana tersebut menurutnya sudah beberapa kali dibicarakan dalam pertemuan antara Pemprov Jateng dengan dan pusat, namun hingga saat ini masih belum dilaksanakan. “Semua itu keputusannya ada di pantia pembebasan tanah, kami sebagai pemerintah pusat pasti mendukung dan itu bukan masalah.Namun saat ini kan pembebasan lahannya masih menunggu seksi II Ungaran- Bawen selesai pembangunan fisiknya,”tutup Ghani.

Anggaran Rp1,7 Triliun

Soal pembebasan lahan, pemerintah pusat, kata Gubernur Jateng Bibit Waluyo,telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun.“Dananya sudah ada untuk penggantian tanah. Kalau ini berjalan, mudah-mudahan tepat waktu 2012 rampung,” ungkap Bibit, kemarin. Pengerjaan seksi I (Semarang-Ungaran) saat ini sudah rampung total dan tinggal menunggu uji kelaikan.

Pihaknya juga tidak bermaksud untuk menunda-nunda operasional tol ini.Sebelum difungsikan, akan dites dulu kondisi jalan tersebut. Terkait dengan protes kecil tujuh warga Kelurahan Kalirejo Ungaran Timur yang menolak mengambil ganti untung, Bibit justru menyalahan warga.“Tidak ada masalah.Salahe dewe kok ora gelem,”tegas dia. Upaya konsinyasi yang telah dilakukan adalah alat pembayaran yang sah. Seharusnya masyarakat menjadi sadar dan menyadari sehingga bisa mendukung program pemerintah. Sementara kalangan pengusaha menyayangkan belum juga dioperasikannya tol Semarang- Solo,khususnya seksi I Semarang-Ungaran.

“Yang jelas kami prihatin dengan penundaan pengoperasian jalan tol itu.Kenapa bisa molor, padahal itu sangat dibutuhkan pengusaha,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi, kemarin. Pihaknya meminta kepada pihak terkait untuk serius dalam mempersiapkan pengoperasian jalan tol, sehingga jangan sampai nantinya dilakukan penundaan lagi. Menurut Frans Kongi,pengusaha pantas saja kecewa atas penundaan pengoperasian jalan tol ruas Semarang-Ungaran. Ini lantaran keberadaan jalan tol itu sudah sangat diharapkan pengusaha dalam mendukung usahanya.“Tentu saja efisiensi yang bisa dilakukan pengusaha belum bisa dilakukan,”terangnya.

Ia juga berharap agar nantinya begitu jalan tol dibuka, maka juga langsung bisa dilewati angkutan barang. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng Didik Soekmono mengakui banyak pengusaha kecewa karena tol Semarang-Solo tak kunjung beroperasi. Didik mengungkapkan, pengoperasian jalan tol tersebut diyakini banyak akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jateng. “Dengan belum dibukanya jalan tol,maka saya perkirakan pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan pertama tahun ini akan sedikit melambat,” tandasnya

 

Seputar indonesia.com

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: