METODE PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:740), metode didefinisikan sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai yang dikehendaki. Selain itu metode juda didefinisikan sebagai cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, metode diartikan sebagai sistem perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia secara menyeluruh untuk memilih, mengorganisasikan, dan menyajikan materi pelajaran Bahasa Indonesia secara teratur.

Metode bersifat prosedural. Artinya, penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia harus dikerjakan menurut langkah-langkah yang teratur, bertahap yakni mulai perencanaan pembelajaran, penyajian sampai dengan penilaian dan hasil pembelajaran.

Beberapa ciri metode yang baik, yaitu:

1. mengundang rasa ingin tahu murid

2. menantang murid untuk belajar

3. mengaktifkan mental, fisik, dan psikis murid

4. memudahkan guru

5. mengembangkan kreativitas murid

6. mengembangkan pemahaman murid terhadap materi yang dipelajari

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap metode pembelajaran Bahasa Indonesia, antara lain sebagai berikut:

a. persamaan dan perbedaan antara sistem bahasa pertama siswa dengan bahasa kedua yang mereka pelajari

b. usia siswa pada saat mereka belajar bahasa

c. latar belakang sosial budaya siswa

d. pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan berbahasa siswa dalam bahasa yang dipelajarinya yang sudah mereka punyai

e. pengetahuan dan keterampilan berbahasa guru dalam bahasa yang akan dipelajarinya

f. kedudukan dan fungsi bahasa yang dipelajari siswa dalam masyarakat tempat di mana mereka berada

g. tujuan pembelajaran yang diinginkan

h. alokasi  waktu yang tersedia untuk kegiatan pembelajaran

Metode yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia:

1. Metode Langsung

Metode ini menerapkan secara langsung semua aspek dalam bahasa yang diajarkan. Misalnya, dalam suatu pembelajaran pelajaran bahasa Indonesia di daerah bahasa pengantar di kelas adalah bahasa Indonesia tanpa diselingi bahasa daerah/ bahasa ibu.

2. Metode Alamiah

Metode ini berprinsip bahwa mengajar bahasa baru (seperti bahasa kedua) harus sesuai dengan kebiasaan belajar bahasa yang sesungguhnya seperti yang dilalui anak-anak ketika belajar bahasa ibunya. Proses alamiah sangat berpengaruh pada metode ini.

3. Metode Tatabahasa

Metode ini memusatkan pada pembelajaran vokabulerr (kosakata), kelebihan metode ini terletak pada kesederhanaannya dan sangat mudah dalam pelaksanaannya.

4. Metode Terjemahan

Metode terjemahan (the translation method) adalah metode yang lazim digunakan dalam pengajaran bahasa asing, termasuk dalam pengajaran bahasa Indonesia yang umumnya merupakan bahan kedua setelah penggunaan bahasa ibu/ daerah.

5. Metode Pembatasan Bahasa

Metode ini menekankan pada pembatasan dan penggradasian kosakata dan struktur bahasa yang akan diajarkan, kata-kata dan pola kalimat yang tinggi pemakaiannya di masyarakat

diambil sebagai sumber bacaan dan latihan penggunaan bahasa.

6. Metode Lingustik

Prinsip metode ini adalah pendekatan ilmiah karena yang menjadi landasan pembelajaran adalah hasil dari penelitian para linguis (ahli bahasa). Urutan penyajian bahan pembelajaran

disusun sesuai tahap-tahap kesukaran yang mungkin dialami siswa. Dengan demikian pada metode ini tidak dilarang menggunakan bahasa ibu, karena dengan bahasa ibu akan memperkuat murid dalam pemahaman bahasa tersebut.

7. Metode SAS

Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) bersumber pada ilmu jiwa yang berpandangan bahwa pengamatan dan penglihatan pertama manusia adalah global atau bersifat menyeluruh. Dengan demikian segala sesuatu yang diperkenalkan pada murid haruslah mulai ditunjukan dan diperkenalkan struktur totalitasnya atau secara global.

8. Metode Bibahasa

Metode ini hampir sama dengan metode linguistik, bahasa ibu digunakan untuk menerangkan perbedaan–perbedaan fonetik, kosakata, struktur kalimat dan tata bahasa kedua bahasa itu.

9. Metode Unit

Metode ini berdasarkan pada 4 tahap, yaitu:

a. mempersiapkan murid untuk menerima pengajaran

b. penyajian bahan

c. bimbingan malalui proses induksi

d. generalisasi dan penggunaannya di sekolah dasar

About these ads